Aug 29 2010

Martial Art : Acquired talent or natural talent?

› Continue reading


Jun 18 2010

silence is golden…

silence is golden…


Nov 3 2009

Daftar Materi Ujian - KBAI (update)

Rekan2 aikido fitaliano,

Berikut update materi ujian KBAI versi terkini (by Senpai Adi)

materi ujian KBAI (update terbaru)

salam,

Nino :)


Apr 25 2009

#APRIL. Pelajaran Dari Sensei

Pelajaran dari Sensei

 

“ Kalo boleh saya simpulkan, inti dari belajar Aikido ini adalah berpikir besar, dan membuat langkah-langkah besar. Dan jangan terpengaruh dengan hal-hal diluar diri kita. Kita harus tetap menjadi diri kita, dalam keadaan apapun.

 

Seperti air, dia mengalir saja, dan tidak terpengaruh dengan hal diluar dirinya. Tetapi  air juga bisa beradaptasi. Ketika dia dalam wadah dari batu, air tidak akan merubah wujudnya menjadi batu, dia akan selamanya menjadi air, hanya saja bentuknya menyesuaikan dengan wadahnya. Air bisa beradaptasi, tetapi dia tetaplah air dalam segala sifatnya.

 

Dan seperti air itulah sebaiknya diri kita. Tidak terpengaruh dengan perubahan diluar, tatapi memiliki kemampuan untuk beradaptasi. ”

 

-          Sensei Ferdi Ansyah

19 April 2009, Dojo Pusat.


Apr 25 2009

#APRIL . Tanya Jawab Dengan Sensei Ferdi

Tanya Jawab Dengan Sensei Ferdi

12 April 2009

Dojo Pusat

 

T : Sensei, bagaimana postur yang benar dalam Aikido. Bagaimana juga dengan Hanmi (basic stance)?

 

J : Di Aikido, postur yang baik adalah punggung kita tegak. Tetapi bahu kita rileks. Rasakan bahu jatuh dengan alami. Bahkan saat badan kita turun, sebenarnya yang turun adalah kaki kita, sedangkan punggung tetap tegak.

 

Keuntungan postur badan yang tegak ini adalah, kita bisa melihat keadaan lebih luas. Luas, tidak hanya dalam arti pandangan mata kita, tetapi juga luas dalam pikiran kita dalam menganalisa keadaan. Dengan tubuh tegak, kita akan siap menerima serangan dari arah manapun. Seperti posisi ayam yang sedang bertarung. Dia tegak, dan siap serang.

 

Berbeda dengan Tinju. Postur dalam tinju, dengan dua tangan di depan, dan badan cenderung menunduk, adalah karena dalam Tinju, mereka sudah tahu bagian mana yang boleh diserang dan bagian mana yang tidak.

Sehingga mereka hanya melindungi bagian yang diserang saja. Bagian lain tidak. Ini karena Tinju bertujuan untuk sport (olah raga), dan itu berbeda dengan beladiri. Beladiri harus menyadari segala kemungkinan serangan. Untuk itu, postur yang tegak, akan memudahkan kita menganalisa serangan dari arah manapun.

 

Sedangkan Hanmi, posisi serang, (kedua tangan di depan dada, selebar bahu) tujuannya adalah menyempitkan arah serang. Ketika kita sudah punya tujuan serangan, maka sikap Hanmi ini, adalah untuk menyempitkan ruang serang itu.

 

T : Bagaimana dengan Koshi Nage sensei? Saya seringkali kesulitan ketika berhadapan dengan lawan yang lebih besar.

 

J : Justru, Koshi sangat bagus untuk orang yang lebih pendek dari Uke. Bahkan sebenarnya banyak waza Aikido yang sangat menguntungkan orang bertubuh pendek : Koshi nage, Shiho nage. Mungkin hanya Irimi Nage saja yang agak susah, kalau berhadapan dengan orang yang lebih tinggi. Tetapi dengan penempatan diri yang tepat, tentu bisa juga.

 

Saya rasa, Aikido ini memang tepat untuk orang yang lemah. Latihan-latihan dalam Aikido memberikan kesempatan bagi orang lemah untuk menjadi kuat. Sedangkan orang kuat, akan menjadi semakin kuat.

 

Aikido tidak bergantung kepada kekuatan. Bandingkan dengan Karate misalnya. Dalam Karate, yang dibutuhkan adalah Kuat, Cepat dan Tepat. Sedang dalam Aikido, yang dibutuhkan Tepat saja. Kekuatan dan kecepatan, tidak harus.

 

T : Sensei, ketika kita menjadi Uke, kenapa mata kita harus terus menatap lengan kita yang sedang dieksekusi nage?

 

J : Itu semua untuk menjaga koordinasi tubuh. Aikido menuntut koordinasi tubuh yang baik. Kalau kita ingin menjaga koordinasi tubuh yang baik, tentu ketika lengan kita ditangkap nage, kita tidak boleh mengacuhkan tangan kita. Kita harus peduli, dengan bagian tubuh kita yang lain. Bahkan kita juga harus menatap nage, untuk terus menjaga kewaspadaan kita.


Mar 29 2009

Pelajaran Dari Sensei

Pelajaran dari Sensei

Maret 2009.

“ Aikido tidak mengandalkan tenaga. Kalau dia masih menggunakan tenaga, berarti dia bukan Aikido. Jangan salah paham dengan keringat kita sehabis latihan. Kita berkeringat karena kita bergerak, bukan karena bertenaga. Ada memang tenaga. Tapi dia tenaga minimal, bukan tenaga maksimal.”

-Sensei Ferdi Ansyah


Mar 29 2009

Tanya Jawab Dengan Sensei

Tanya Jawab Dengan Sensei Ferdi

29 Maret 2009

Dojo Pusat

 

 T : Sensei, ketika saya berhadapan dengan uke yang lebih kuat, kenapa teknik saya jarang berhasil. Apa yang salah?

J : Seharusnya tidak ada masalah, uke besar kecil, ataupun kuat. Biasanya permasalahan ada pada saat latihan. Entah latihannya yang salah, atau arahannya yang salah.

Kalau latihan sudah berjalan lama (cat: penanya adalah yudansha), bisa jadi masalahnya ada pada saat latihan. Siapa gurunya? Bisa jadi arahan yang diberikan salah. Atau arahan benar, tapi menangkapnya salah. Atau, gaya berlatih nya yang salah, misalnya ketika latihan, uke terlalu mengalah, terlalu memberi, sehingga yang di dapat adalah hasil yang palsu. Karena kita merasa benar terus, padahal sebenarnya kita belum bisa.

T : Untuk koreksi, apa yang harus diperbaiki Sensei?

J : Sebenarnya dalam berlatih, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Dalam hubungan kita dengan uke, hubungan keluar, perhatikan :

KUDA KUDA, JARAK SERANG, dan bagaimana kita MEMPOSISIKAN DIRI– Bagaimana kita memposisikan diri terhadap uke, dan akan kita arahkan kemana si uke.

Latih kembali TENKAN dan TENKAI. Itu dua gerakan yang sering kita lakukan dalam tekhnik Aikido.

Untuk melatih ini memang harus sering datang latihan,  dan sering ketemu lawan.

Itu dalam hubungan kita dengan hal diluar diri kita. Sedangkan untuk kedalam diri sendiri, usahakan untuk menjaga :

POSTUR. Sikap badan kita. Sikap badan yang baik akan memudahkan kita untuk memposisikan diri, mau melakukan apa kita nantinya, tergantung dari postur yang bagus.

T : Saya lebih susah menjatuhkan Uke yang statis daripada yang bergerak. Karena ketika saya mendapat Uke kuat, sedangkan dia hanya statis, rasanya berat sekali, sedangkan apabila Uke bergerak, saya masih terbantu oleh momentum pergerakannya. Bagaimana ini Sensei?

J : Ini pemahaman yang salah. Justru melakukan waza kepada yang statis, lebih mudah daripada kepada yang bergerak. Karena, dengan Uke yang statis, tidak banyak komponen yang mempengaruhi kita, sehingga kita bisa melakukan waza dengan sempurna. Sedangkan menghadapi Uke yang bergerak, kita tidak akan bisa menerapkan waza dengan bentuk lengkap.

(AikidoFitaliano.org)


Mar 7 2009

Quote of The Month : March

  ”Always keep your mind as bright and clear as the vast sky, the great ocean, and the highest peak, empty of all thoughts. Always keep your body filled with light and heat. Fill yourself with the power of wisdom and enlightment”.

-o sensei

 

 

 

 

“Jaga pikiran sebening langit, seluas lautan, setinggi puncak bukit, bersihkan dari prasangka. Jaga diri sehingga selalu dipenuhi cahaya. Bekali diri dengan kebajikan dan pencerahan”. 

Dalam pengetahuan spiritual, pikiran (thoughts) seringkali memberikan beban terhadap kehidupan. Karena liarnya pikiran, memunculkan ketakutan, kekhawatiran, kecemasan. Produk pikiran justru menghilangkan kejernihan dalam kehidupan. Kegelapan yang dimunculkan oleh pikiran (takut dan khawatir) membuat kehidupan menjadi sempit.

Itulah kenapa, dalam pengetahuan spiritual, kita menanyakan kebenaran hakikat kepada hati. Bukan pikiran. Di dalam hati lah, Cahaya Tuhan dilimpahkan, dan nantinya di manifestasikan oleh fisik dan pikiran, dalam aplikasi keseharian. Fisik dan Pikiran hanyalah sebagai alat bagi hati untuk berekspresi.

Ketika kita berpegang kepada Tuhan, tiba-tiba kehidupan menjadi sebening langit, seluas lautan, setinggi puncak bukit.

Salam.

 

 

 

 

 

 


Jan 15 2009

Wawancara dengan Sensei : Mico Chandra

Setiap bulan, AikidoFitaliano.org akan melakukan wawancara dengan sensei dari KBAI. Selain untuk menjalin silaturrahim antar dojo, kita juga ingin mendapatkan tetesan pengetahuan, dari proses latihan bertahun para sensei itu.

Untuk issue bulan Januari, kami Memilih Sensei Mico Chandra.

Sensei Mico Chandra pernah melatih di Dojo Fitaliano, sebelum di pindah tugas kan ke Jawa Timur. Di sana pun saat ini beliau mengembangkan Dojo nya sendiri, yang masih berafiliasi kepada KBAI. Sensei Mico saat ini menyandang Dan 1 Aikikai. Berikut wawancara Danial Rifki dari AikidoFitaliano.org dengan Sensei Mico.

AikidoFitaliano (AF) : Assalamu’alaikum, Sensei, apa kabar?

Sensei Mico (SM) : Waa’laikum salam wr.wb
Sebelumnya terimakasih atas kesempatan yg diberikan untuk berpartisipasi dalam keluarga fitaliano aikidojo. Alhamdulillah kabar Kami di Sidoarjo baik2 aja dan tetap terus semangat latihan Aikido.

AF : Sensei Miko adalah angkatan pertama Dojo Fitaliano, bisa diceritakan bagaimana masa-masa Sensei latihan dulu?

SM : Saya dan Sensei Moko adalah angkatan I Fitaliano dojo yang pada awal pembentukkannya ada sekitar belasan anggota, belum memiliki matras kecuali hanya meminjam matras senam/fitness yang sedang tdk dipakai dan baru memiliki matras sejak angkatan Pak Puguh (Alm) dan dojo kita pertama kali ada di Seberang dojo Fitaliano saat ini yang kini jadi Bank Mandiri. Pada awalnya Fitaliano Dojo dipimpin/dilatih oleh Sensei Arli selama kurang dari setahun karena adanya kesibukan pekerjaan. Setelah itu, kepelatihan di Fitaliano mengalami bongkar pasang bahkan tidak jarang antar anggota yang kebanyakan masih white belt saling bergantian memimpin keberlangsungan jalannnya latihan walapun hanya sekedar mengulang2 dan memantapkan basic/ teknik latihan yang pernah kita dapatkan dan tidak jarang untuk memperbaiki dan memperkaya teknik, Saya keliling ke dojo2 lain di wilayah selatan diantaranya STEKPI, Kuningan, Danareksa, Pondok Indah, untuk kemudian Saya terapkan ketika berlatih di dojo Fitaliano dan karena semangat untuk terus menjaga keberlangsungan latihan tersebut itulah maka Sensei Ferdi menyebut Dojo Fitaliano dengan nama Fitaliano ‘Spirit’ Aikidojo.

AF : Setelah itu Sensei juga sempat mengajar di Fitaliano, bisa diceratakan bagaimana masa itu?

SM : Sebenarnya hampir semua angkatan I di dojo Fitaliano pernah mengajar/memimpin keberlangsungan latihan di dojo fitaliano dan ketika saya brown belt secara resmi Sensei Ferdi menunjuk Saya untuk menjadi asisten pelatih (atau melatih jika tidak ada Sensei) di dojo Fitaliano sampai dengan Saya mendapatkan Shodan.

AF : Dulu kabarnya latihan Aikido itu keras sekali, sehingga seringkali angkatan yang sekarang disebut angkatan yang ‘beruntung’. Menurut sensei, mana yang lebih beruntung, angkatan lama yang dilatih keras, atau angkatan sekarang :

Memang terkesan ada yang pernah mengalami masa latihan yang ‘keras’ dan ada yang berbeda, namun buat Saya secara pribadi semua itu adalah proses dari sebuah perjalanan pembelajaran untuk terus lebih memahami Aikido sebagai sebuah beladiri, sport, seni dan konsep hidup sehingga bersamanya diharapkan muncul sosok individu yang memiliki karakter yang lebih baik sesuai dengan fitrah kemanusiaannya. Dan kita saat ini yang senang untuk terus mempelajari Aikido tersebut adalah mereka yang beruntung terlebih lagi didalam sebuah wadah/organisasi yang tidak diragukan lagi keberadaaanya.

AF : Apakah perlu kekerasan dalam latihan, bagaimana dengan bentuk-bentuk Aikido yang cenderung lembut. Bagaimana Sensei melihat latihan yang keras itu?

SM : Aikido sebagai sebuah beladiri tentunya mengajarkan teknik2 yang pada intinya untuk melumpuhkan lawan sehingga efektivitas teknik tersebut harus benar2 terjaga, jika definisi ‘berlatih keras’ tersebut adalah bahwa kita berlatih keras untuk bisa mempelajari dan menguasai teknik tsb dengan segenap keseriusan dan kedisiplinan kita maka kita memang harus melakukannya dan bukan kekerasan sebuah karakter yang tidak mau menerima nasihat/kebenaran dan cenderung untuk menyakiti/merugikan orang lain.
Bentuk yang lembut dari Aikido bukan berarti tidak efektifnya teknik aikido, justru sebaliknya, dibalik kelembutannya tersirat sebuah energi yang besar (dan indah) didalam gerakan melingkar/berputar yang dapat merusak posisi lawan sementara sang aikidoka sedang berada didalam sebuah harmoni.

AF : Bagaimana perkembangan Dojo yang Sensei bina saat ini?

SM : Alhamdulillah dojo di Jawa Timur terus berkembang, sementara ini ada 2 dojo yaitu di Sidoarjo dan Pasuruan (selengkapnya bisa dilihat di blog yang baru saja Kami buat di jatiaikidojo.wordpress.com)

AF : Adakah saran buat teman-teman yang sekarang sedang berlatih?

SM : Untuk rekan2 dan juga untuk Saya pribadi : tetap semangat latihan Aikido sebagai long lived learning, jaga silahturahim diantara kita dan semoga Kita menjadi pribadi yang terbaik yang memberikan manfaat bagi orang lain
“We cannot be happy, if we expect to live all the time at the highest peak of intensity. Happiness is not a matter of intensity, but of balance and order and rhythm and harmony”

 (DNL)


Jan 14 2009

Picture of The Month : Betawi dijajah Bule

Berita Versi kami :

Dalam foto ini adalah Pak Chepy yang sedang menggatikan sensei yang bertugas, untuk mengajar anak-anak bule dan seorang anak autis. Di bagian kiri foto tentu adalah anak-anak bule itu. Dan di pojok kanan, sedang berjongkok sendirian, adalah murid khusus binaan Pak Chepy. 

“mengajar anak-anak pirang ini belajar Aikido adalah tantangan tersendiri. Bukan saja kendala bahasa. Tapi kendala budaya. lihat aja, kelakuannya, gurunya lagi serius begini, eh, si bule ini malah jingkrak2 gak karuan.. belum lagi yang paling kanan itu.. yang jongkok itu,.. suka tiba-tiba ngompol diatas matras… susah.. saya lebih baik jaga toko komputer saya yang di mangga dua aja deh..”

demikian komentar pak Chepy atas foto ini.

Sekian Berita Versi kami.

Salam. 

(Bagi anggota yang fotonya dimuat dalam Picture of The Month, akan mendapat hadiah dari Dojo di akhir latihan. Nantikan)